Kamis, 31 Maret 2016

Artikel Lingkungan Hidup



Topik ini menjelaskan tentang artikel lingkungan hidup yang harus dilestarikan. Sebagai manusia yang tinggal di bumi ini kita tidak mungkin bisa terlepas dari lingkungan hidup tempat kita tinggal. Lingkungan hidup di mana pun kita berada wajib kita jaga dan lestarikan. Sayangnya orang sering lupa untuk menjaga lingkungan di sekitarnya dan pada akhirnya hal tersebut berdampak tidak hanya pada manusia saja tetapi juga semua makhluk hidup.
Artikel lingkungan hidup atau bisa juga kita sebut lingkungan saja merupakan segala makhluk hidup maupun tidak hidup yang ada di bumi atau alam kita ini. Lingkungan hidup ini ada bebas dari campur tangan manusia sering disebut lingkungan biotik dan sebaliknya terdapat lingkungan buatan yang ada karena ada campur tangan manusia atau sering disebut dengan lingkungan abiotik. Lingkungan biotik contohnya hewan, tumbuhan, dan manusia atau segala makhluk hidup yang ada di bumi. Lingkungan abiotik contohnya yaitu batu, air, udara, tanah, sinar matahari, atau segala sesuatu yang tidak hidup bisa juga disebut sebagai benda mati yang ada di sekitar kita.
Di Indonesia terdapat definisi sendiri mengenai lingkungan hidup yang tercatat dalam Undang-undang No. 23 tahun 1997. Inti dari undang-undang tersebut secara singkat, lingkungan hidup diartikan sebagai semua hal baik benda mati dan semua makhluk hidup seperti manusia dan juga perilaku mereka yang dapat mempengaruhi lingkungan sekitar mereka.
Di dalam artikel lingkungan hidup pun ada yang namanya lingkungan sosial. Lingkungan sosial merupakan lingkungan atau tempat di mana kita berinteraksi dengan orang lain seperti lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, lingkungan kerja, dan masih banyak lagi.
Pada tahun 1972, Perserikatan Bangsa-Bangsa atau disingkat menjadi PBB mengadakan konferensi yang bertema lingkungan hidup dan menyatakan bahwa pada tanggal 5 Juni menjadi hari lingkungan hidup di seluruh dunia. Mungkin kita belum tahu atau lupa bahwa tanggal 5 Juni diperingati sebagai hari lingkungan hidup di mana hal ini dibuat untuk mengingatkan semua orang bahwa kita harus ambil bagian di dalam pelestarian lingkungan hidup di mana pun kita berada.

Artikel Lingkungan Hidup: Pencemaran yang dapat merusak lingkungan hidup sekitar

Indonesia memiliki berbagai permasalahannya sendiri bila kita membicarakan tentang artikel lingkungan hidup. Kebanyakan permasalahan lingkungan hidup di Indonesia disebabkan karena aktivitas manusianya yang kurang menyadari untuk melestarikan alam sekitar.
Ada dua hal yang menyebabkan lingkungan hidup kita mengalami pencemaran yaitu pencemaran karena aktivitas alam seperti asap dari kawah gunung berapi, awan panas, magma atau lava gunung berapi, gempa bumi, tsunami, abrasi, dan macam lainnya. Yang kedua adalah akibat ulah manusia sendiri maka pencemaran pun bisa terjadi. Di bawah ini adalah contoh-contoh pencemaran lingkungan hidup yang disebabkan oleh ulah manusia. Semoga dengan pengetahuan dari artikel lingkungan hidup ini kita semakin menyadari tentang pelestarian lingkungan hidup. Pencemaran-pencemaran ini merupakan pencemaran-pencemaran yang sering kita lihat terjadi di Indonesia seperti:
1.  Artikel lingkungan hidup tentang pencemaran udara: apakah anda tahu bahwa Indonesia khususnya Jakarta sebagai ibu kota merupakan kota nomor tiga di dunia yang memiliki udara paling kotor. Mengapa hal ini bisa terjadi? Jakarta merupakan kota industri di mana banyak sekali pabrik-pabrik dibangun, padatnya penduduk dengan asap kendaraan bermotor di mana-mana, dan sebagainya. Tentunya hal-hal ini membuat udara di sekitar tercemar. Mestinya kita sebagai warga negara Indonesia khususnya yang tinggal di ibu kota Jakarta merasa malu dan mulailah belajar untuk mengurangi polusi udara dengan mengurangi aktivitas yang menyebabkan asap seperti jangan lagi membakar sampah. Jika polusi udara tetap terus terjadi maka hal ini bisa menyebabkan dampak lokal seperti sesak napas dan global seperti pemanasan global karena lapisan ozon di bumi yang rusak.
2.    Artikel lingkungan hidup tentang pencemaran air: Bicara tentang artikel lingkungan hidup yang membahas pencemaran air merupakan masalah ke dua yang sering terjadi di Indonesia. Air yang tercemar merupakan salah satu masalah yang ada di lingkungan hidup Indonesia bahkan mungkin di dunia. Akibat ulah manusia yang membuat air tercemar seperti limbah beracun dari pabrik maupun sisa-sisa limbah rumah sakit yang dibuang sembarangan di sungai atau laut, mencuci pakaian di sungai yang sering dilakukan para penduduk yang tinggal di pinggiran kali atau sungai, buang air dan mandi di pinggir sungai, membuang sampah sembarangan baik di laut maupun sungai, dan sebagainya. Pada akhirnya akibat dari ulah manusia ini yang membuat air tercemar akan kembali merugikan manusia itu sendiri bahkan juga makhluk hidup yang lain. Banyak sekali kasus anak-anak yang terkena penyakit diare akibat meminum air yang sudah tercemar. Selain itu, hewan-hewan di dalam laut dan sungai pun ikut mati.
3.  Artikel lingkungan hidup tentang pencemaran tanah: Pencemaran tanah dapat terjadi karena adanya zat-zat kimia yang masuk ke dalam tanah akibat ulah manusia. Msialnya saja penimbunan sampah yang terjadi bisa menyebabkan zat-zat kimia dari sampah itu masuk dan terserap ke dalam tanah atau pembuangan limbah beracun yang terserap ke dalam tanah. Jika hal ini dibiarkan terjadi maka bisa menyebabkan kematian atau penyakit bagi makhluk hidup.
4.     Artikel lingkungan hidup tentang pencemaran suara: Pencemaran suara bisa terjadi di lingkungan-lingkungan padat penduduk atau lingkungan industry. Pencemaran akibat adanya suara yang terlalu bising dan berisik membuat lingkungan sekitar yang ditinggali menjadi tidak nyaman.
Contoh-contoh pelestarian lingkungan hidup yang bisa kita lakukan adalah penanaman pohon, daur ulang, buang sampah di tempat tersedia, pelarangan pembuangan limbah beracun, tidak merokok, hidup hemat energi, dan sebagainya. Semoga artikel lingkungan hidup ini dapat berguna.

Tesis                : Lingkungan hidup di mana pun kita berada wajib kita jaga dan lestarikan.
Antitesis      : Sayangnya orang sering lupa untuk menjaga lingkungan di sekitarnya dan pada akhirnya hal tersebut berdampak tidak hanya pada manusia saja tetapi juga semua makhluk hidup.
Sintesis         : Oleh karena itu manusia harus menjaga lingkungannya agar bisa tetap asri dan nyaman.

Tesis                : Terdapat lingkungan buatan yang ada karena ada campur tangan manusia atau sering disebut dengan lingkungan abiotik.
Antitesis       : Kebanyakan permasalahan lingkungan hidup di Indonesia disebabkan karena   aktivitas manusianya yang kurang menyadari untuk melestarikan alam sekitar.
Sintesis            : oleh karena itu kita harus menjadi manusia yang bisa berkontribusi terhadap lingkungan.

Tesis                : Jakarta sebagai ibu kota merupakan kota nomor tiga di dunia yang memiliki udara paling kotor.
Antitesis          : Jika hal ini dibiarkan terjadi maka bisa menyebabkan kematian atau penyakit bagi makhluk hidup.
Sintesis            : Sebagai manusia sudah sepantasnya kita menjaga lingkungan agar tidak tercemar dan tetap bersih dari polusi.




Sumber            : http://resepmasakanku.co/artikel-lingkungan-hidup.html




Selasa, 23 Juni 2015

Bekerja sama dalam team (kelompok) atau team work

Nama     : Filham Rhamdani
Kelas      : 2KA03
NPM      : 13113475



Pengertian dan karakteristik kelompok


Menurut De Vito (1997) : kelompok merupakan sekumpulan individu yang cukup kecil bagi semua anggota untuk berkomunikasi secara relatif mudah. Para anggota saling berhubungan satu sama lain dengan beberapa tujuan yang sama dan memiliki semacam organisasi atau struktur diantara mereka. Kelompok mengembangkan norma-norma, atau peraturan yang mengidentifikasi tentang apayang dianggap sebagai perilaku yang diinginkan bagi semua anggotanya.

Karakteristik Kelompok :
Ada dua karakteristik yang melekat pada suatu kelompok, yaitu norma dan peran. Yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah tentang norma. Norma adalah persetujuan atau perjanjian tentang bagaimana orang-orang dalam suatu kelompok berperilaku satu dengan lainnya. Ada tiga kategori norma kelompok, yaitu norma sosial, prosedural dan tugas. Norma sosial mengatur hubungan di antara para nggota kelompok. Sedangkan norma prosedural menguraikan dengan lebih rinci bagaimana kelompok harus beroperasi, seperti bagaimana suatu kelompok harus membuat keputusan.

Karakteristik Kelompok :
Beberapa ahli mengatakan bahwa dalam suatu kelompok terdapat ciri – ciri, yaitu :
1. Terdiri dari 2 orang atau lebih
2. Adanya interaksi yang terus menerus
3. Adanya pengembangan identitas kelompok
4. Adanya norma – norma kelompok
5. Adanya diferensiasi peran
6. Peran yang saling tergantung
7. Produktivitas bertambah atau meningkat



Tahapan Pembentukan Kelompok

Model pembentukan suatu kelompok pertama kali diajukan oleh Bruce Tackman (1965). Teori ini dikenal sebagai salah satu teori pembentukan kelompok yang terbaik dan menghasilkan banyak ide-ide lain setelah kosep ini dicetuskan.

Salah satu model perkembangan kelompok yang paling banyak digunakan mengonsumsikan bahwa kelompok-kelompok berkembang melalui lima tahap perkembangan:

1) Tahap pembentukan (forming) Tahap ini ditandai oleh adanya ketidakpastian (dan seringkali juga kebingungan) mengenai sasaran, struktur, dan kepemimpinan kelompok.

2) Tahap konflik (Storming) Tahap konflik dalam perkembangan kelompok cenderung ditandai adanya konfrontasi. Biasanya merupakan tahap yang emosional, dimana muncul kompetisi antar anggota kelompok demi mendapatkan penugasan yang diharapkan dan perselisihan pendapat mengenai perilaku-perilaku terkait tugas dan tanggung jawab.

3) Tahap pembentukan norma (Norming) Tahap normalisasi ditandai dengan adanya kinerja kerjasama dan kekompakan. Tahap ini merupakan tahap dimana kohesivitas kelompok mulai berkembang secara signifikan.

4) Tahap Penunjukkan Kinerja (Performing) Pada tahap ini sering kali menjadi tahap terakhir. ialah tahap saat kelompok menunjukkan kinerjanya. Tahap pembentukan kinerja ini adalah tahap saat kelompok berfungsi sepenuhnya. Struktur kelompok telah ditetapkan, dan setiap anggota memahami dan menerima perannya masing-masing.

5) Tahap Pembubaran (Adjourning) Tahap pembubaran merupakan tahap berakhirnya aktivitas kelompok.



Kekuatan Team Work

Apabila kelompok melaksanakan tugas operasional, mereka bertindak sebagai sebuah tim dan berusaha mengembangkan suasana kerja sama yang disebut tim kerja. Bila diperlukan membedakan kedua jenis tim, maka tim perusahaan yang bersifat menyeluruh disebut tim lembaga, dan yang lebih kecil disebut tim tugas atau tim operasional. Tim operasional adalah kelompok kecil kooperatif yang berhubungan secara regular yang melakukan tindakan terkoordinasi dan anggotanya melakukan tugas dengan bertanggung jawab dan antusias. Jenis tim kerja yang tulus seperti ini memudahkan pekerjaan dan umumnya meningkatkan kepuasan kerja.

Unsur-unsur Tim yang Efektif :
• Lingkungan yang sportif Kerja tim paling besar kemungkinannya berkembang apabila pimpinan menciptakan lingkungan yang sportif baginya. Tindakan suportif membantu kelompok mengambil langkah pertama yang diperlukan untuk membina kerja tim.
• Kejelasan peran Kelompok hanya dapat bekerja sama sebagai satu tim apabila semua anggotanya memenuhi peran sesama anggota yang lain dengan siapa mereka akan berinteraksi.
• Tujuan tinggi anggung jawab utama para manager adalah berusaha menjaga anggota tim agar tetap berorientasi pada tugas mereka secara menyeluruh. Akan tetapi, adakalanya kebijaksanaan organisasi, keperluan pencatatan, dan sistem imbalan memilah upaya individu dan tidak mendorong kerja tim.
• Kepemimpinan yang sesuai Sebagian tim tugas menunjukkan kurva prestasi serupa dengan daur hidup produk-awal tentatif, tahap pertengahan yang produktif, dan berangsur-angsur menurun setelah beberapa tahun. Para anggota memerlukan waktu untuk saling mengenal, tetapi kemudian mereka mungkin menutup diri terhadap cara baru mengkaji masalah saat semakin terisolasi pada lingkungan mereka. untuk mencegah stagnasi ini, mereka mungkin memerlukan anggota baru dan penyesuaian kepemimpinan secara seksama dengan lingkungan yang sekarang.



Implikasi Manajerial


Implikasi manajerial adalah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan cara meningkatkan kapasitas, kualitas, efisiensi dan efektivitas dari sumber daya yang ada. apa implikasi manajerial yang muncul dari organisasi tanpa pembatas (borderless Tipe organisasi transnasional/tanpa batas memakai pengaturan yang mengeliminasi atau menghapus halangan geografis artitisial.Para manajer memilih pendekatan ini dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas di pasar global yang kompetitif.Implikasi yang dirasakan oleh para pihak manajer adalah bagaimana mereka bisa mengembangkan produk yang diproduksi di negara lain,dengan baik dengan cara memanfaatkan sumber daya alam dan manusia yang ada pada negara ttersebut.Jadi struktur organisasi manajerial tidak akan berpusat pada satu organisasi manajerial namun harus mencakup seluruh struktur organisasi manajerial di seluruh negara dimana perusahaan iitu berada.



Daftar Pustaka
Ivancevich, Jhon M., Perilaku dan Manajemen Organisasi jil 2, Erlangga, Jakarta, 2005
Ardana, Komang, Ni Wayan M., Anak Agung A.S., Perilaku Keorganisasian, Graha Ilmu, 2008
Ig.Wursanto, Dasar-dasar ilmu organisasi, Andi. Yogyakarta, 2005 
Heri Y , Implikasi Manajerial, http://herisllubers.blogspot.com/implikasi-manajerial-implikasi.html/ 8:19 pm 14 Mei 2015

Rabu, 13 Mei 2015

Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi

Nama     : Filham Rhamdani
NPM      : 13113475
Kelas      : 2KA03


* Definisi dan Dasar Pengambilan Keputusan

Menurut  Robert  D.  Gatewood,  Robert  R.  Taylor,  dan  Ferrel  O.C,  (  1995  )  pengambilan keputusan adalah proses memilih  di  antara laternatif-alternatif tindakan untuk  mengatasi masalah.
Proses  pengambilan  keputusan  dipengaruhi  oleh  persepsi  seseorang  tentang  suatu masalah tersebut. Individu mempersepsikan suatu benda yang sama secara berbeda-beda. Hal ini  dipengaruhi  oleh  beberapa  faktor.    Pertama,  faktor  yang  ada  pada  pihak  yang mempersepsikan yaitu sikap, keutuhan atau motif, kepentingan atau minat, pengalaman dan pengaharapan individu.  Kedua, faktor yang ada pada objek atau target yang dipersepsikan, yang meliputi hal-hal baru, gerakan, bunyi, ukuran, latar belakang, dan kedekatan. Ketiga, faktor konteks situasi di mana persepsi itu dilakukan yang meliputi waktu, keadaan/ tempat kerja, dan keadaan sosial.  



* Jenis-Jenis Keputusan Organisasi

  Dalam mengambil keputusan tentusaja ada beberapa jenis, Keputusan dalam sebuah organisasi dapat digolongkan berdasarkan banyaknya waktu yang diperlukan untuk mengambil keputusan tersebut.
            Secara garis besar, keputusan digolongkan menjadi 2 yaitu keputusan rutin dan keputusan yang tidak rutin.
  • Keputusan rutin (Keputusan terprogram/keputusan terstruktur) adalah keputusan yang sifatnya rutin dan berulang-ulang, dan biasanya telah dikembangkan secara tertentu untuk mengendalikannya atau diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pada manjemen tingkat bawah. Contoh keputusan pemesanan barang.
  • Keputusan tidak rutin (Keputusan tidak terprogram/ tidak terstruktur) adalah keputusan yang diambil pada saat-saat khusus dan tidak bersifat rutin. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tidak terstruktur tidak mudah untuk didapatkan dan tidak mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar. Pengalaman manajer merupakan hal yang sangat penting didalam pengambilan keputusan tidak terstruktur. Keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain merupakan contoh keputusan tidak terprogram.
            Dalam mengambil keputusan, baik yang bersifat rutin maupun tidak, memiliki dasar pengambilan keputusan.
 ( Dayensobarna , Jenis-jenis keputusan organisasi , https://dayensobarna.wordpress.com/2015/04/27/jenis-jenis-keputusan-di-dalam-organisasi/ , 8:00 pm 14 Mei 2015.)


* Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan  


Menurut Terry (1989) ada 6 faktor yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan yaitu :
 
1.    Fisik
Didasarkan pada rasa yang dialami pada tubuh, seperti rasa tidak nyaman, atau kenikmatan. Ada kecenderungan menghindari tingkah laku yang menimbulkan rasa tidak senang, sebaliknya memilih tingkah laku yang memberikan kesenangan.
2.    Emosional
Didasarkan pada perasaan atau sikap. Orang akan bereaksi pada suatu situasi secara subjective.
3.    Rasional
Didasarkan pada pengetahuan orang-orang mendapatkan informasi, memahami situasi dan berbagai konsekuensinya.
4.    Praktikal
Didasarkan pada keterampilan individual dan kemampuan melaksanakan. Seseorang akan menilai potensi diri dan kepercayaan dirinya melalui kemampuanya dalam bertindak.
5.    Interpersonal
Didasarkan pada pengaruh jaringan sosial yang ada. Hubungan antar satu orang keorang lainnya dapat mempengaruhi tindakan individual.
6.    Struktural
Didasarkan pada lingkup sosial, ekonomi dan politik. Lingkungan mungkin memberikan hasil yang mendukung atau mengkritik suatu tingkah laku tertentu.
 


* Implikasi Manajerial

Implikasi manajerial adalah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan cara meningkatkan kapasitas, kualitas, efisiensi dan efektivitas dari sumber daya yang ada. apa implikasi manajerial yang muncul dari organisasi tanpa pembatas (borderless Tipe organisasi transnasional/tanpa batas memakai pengaturan yang mengeliminasi atau menghapus halangan geografis artitisial.Para manajer memilih pendekatan ini dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas di pasar global yang kompetitif.Implikasi yang dirasakan oleh para pihak manajer adalah bagaimana mereka bisa mengembangkan produk yang diproduksi di negara lain,dengan baik dengan cara memanfaatkan sumber daya alam dan manusia yang ada pada negara ttersebut.Jadi struktur organisasi manajerial tidak akan berpusat pada satu organisasi manajerial namun harus mencakup seluruh struktur organisasi manajerial di seluruh negara dimana perusahaan iitu berada.
( Heri Y , Implikasi Manajerial, http://herisllubers.blogspot.com/implikasi-manajerial-implikasi.html/ 8:19 pm 14 Mei 2015. )
 
 
 
Daftar Pustaka
 
 Menurut  Robert  D.  Gatewood,  Robert  R.  Taylor,  dan  Ferrel  O.C,  (  1995  )
( Dayensobarna , Jenis-jenis keputusan organisasi , https://dayensobarna.wordpress.com/2015/04/27/jenis-jenis-keputusan-di-dalam-organisasi/ , 8:00 pm 14 Mei 2015.)
Terry (1989)
( Heri Y , Implikasi Manajerial, http://herisllubers.blogspot.com/implikasi-manajerial-implikasi.html/ 8:19 pm 14 Mei 2015. )